STUNTING DAN GEREJA: KAJIAN TEOLOGI PRAKTIS DALAM PENANGANAN STUNTING DI KONTEKS TORAJA

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Aprilia Paskah Pahabol
John Christianto Simon

Abstrak

Stunting di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara tetap
menjadi krisis kesehatan masyarakat yang signifikan
dengan angka prevalensi yang jauh melampaui ambang
batas nasional. Penelitian ini berargumen bahwa stunting
bukan sekadar persoalan medis atau statistik, melainkan
sebuah krisis martabat manusia yang menuntut respons
teologis mendalam dari gereja. Menggunakan metodologi
teologi praktis, tulisan ini menganalisis dinamika stunting
di konteks Toraja yang dipengaruhi oleh perbedaan
data antara survei nasional dan lokal, faktor determinan
seperti kemiskinan dan sanitasi, serta pengaruh arus
budaya Aluk Todolo yang mencakup pantangan makanan
(pemali) bagi ibu hamil. Landasan teologis yang diajukan
berfokus pada doktrin Imago Dei (Gambar Allah) yang
holistik, di mana stunting dipandang sebagai serangan
terhadap martabat manusia yang merampas potensi
pemberian Tuhan. Penelitian ini mengusulkan strategi
“Tangga Diakonia” sebagai kerangka kerja aksi gerejawi
yang terpadu, meliputi: diakonia karitatif (bantuan pangan
segera), diakonia reformatif (pemberdayaan gizi dan dan integrasi kebijakan). Temuan menunjukkan bahwa
meskipun Gereja Toraja telah memulai langkah-langkah
penanganan, masih terdapat kesenjangan kelembagaan
dalam mandat Biro Kesejahteraan yang perlu diperluas ke
arah pelayanan masyarakat luas. Proposal teologi praktis
ini merekomendasikan agar Gereja Toraja bertransformasi
menjadi agen sentral melalui kolaborasi strategis dengan
pemerintah, edukasi liturgis, dan dialog budaya kritiskonstruktif dengan tokoh adat.


Kesimpulannya, memerangi stunting adalah bagian tak terpisahkan dari misi gereja
untuk membela perkembangan manusia seutuhnya sebagai
bentuk kesaksian Injil yang nyata di tengah masyaraka

##plugins.themes.academic_pro.article.details##