DARI MAZMUR KE WORSHIP POP: EVOLUSI MUSIK ROHANI DAN IDENTITAS GEREJA

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Hendra B. Dores

Abstrak

Penelitian ini mengeksplorasi evolusi musik rohani Kristen
dari tradisi Mazmur hingga fenomena worship pop modern
serta dampaknya terhadap identitas gereja. Musik rohani
bukan sekadar elemen estetika liturgi, melainkan locus
theologicus di mana iman dibentuk, dihayati, dan diwariskan.
Menggunakan pendekatan historis dan teologis, tulisan ini
menelusuri transisi musik dari tradisi lisan Ibrani, Gregorian
chant abad pertengahan, hingga demokratisasi musik pada
masa Reformasi Protestan yang dipelopori Martin Luther.
Di era kontemporer, muncul ketegangan antara musik
tradisional dan modern yang sering kali terjebak pada
perdebatan bentuk luar seperti instrumen dan gaya musik.
Namun, penelitian ini menegaskan bahwa esensi musik
rohani bersifat inkarnasional—mampu menjelma dalam
berbagai budaya tanpa kehilangan kebenaran ilahi. Melalui
pemikiran James K.A. Smith dan Ruth C. Duck, ditemukan
bahwa nyanyian rohani berfungsi sebagai “arsitektur
spiritual” yang membentuk habitus dan memori kolektif
umat. Lebih jauh, musik rohani berperan sebagai jembatan
ekumenis yang melampaui sekat denominasi melalui
pengalaman spiritual bersama. Kesimpulannya, gereja masa
kini dipanggil untuk memiliki keterbukaan yang bijak dalam
mengintegrasikan warisan tradisi dan inovasi kontemporer.
Musik rohani yang sejati adalah musik yang memfasilitasi perjumpaan otentik antara umat dengan Allah, mendidik secara teologis, dan mempererat kesatuan tubuh Kristus di tengah perubahan zaman

##plugins.themes.academic_pro.article.details##