RESENSI BUKU 4: AGAMA DALAM MASYARAKAT POST-SEKULAR: REFLEKSI TEOLOGIS

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Adrianus Sunarko, OFM
Sandi Alang Patanduk

Abstrak

Melalui buku Agama dalam Masyarakat Post-Sekular: Refleksi
Teologis karya Adrianus Sunarko mengajak pembaca untuk memikirkan secara kritis dan berefleksi tema yang mendesak di zaman
ini yakni mengenai posisi dan peran agama dalam masyarakat
post-sekular. Melalui buku ini Adrianus Sunarko memulai dengan
memaparkan mengenai modernisasi yang secara khusus merujuk
pada masa pencerahan di abad ke-17 dan ke-18 dimana ilmu
pengetahuan sangat dijunjung tinggi dan meragukan ketuhanan.2
Untuk menjabarkan lebih jauh mengenai modernisasi yang
memicu sekularisasi, Adrianus Sunarko mengutip pandangan
Jose Casanova mengenai sekularisasi dalam masyarakat yang
mencakup beberapa aspek yaitu: (a) adanya pembedaan ranah
sekular dari institusi dan norma agama; (b) kepercayaan terhadap
praktik agama menurun; dan (c) agama menjadi sesuatu yang
diprivatisasikan3
.
Modernisasi dan sekularisasi memunculkan pluralisasi dimana kehidupan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh normanorma agama, negara atau politik dipisahkan dari agama, negara bersikap netral terhadap doktrin agama, ruang publik
dikosongkan dari praktik mengekspresikan agama dan posisi
agama yang sebelumnya bersikap publik di tarik ke ruang privat.
Adrianus Sunarko juga mengemukakan bahwa budaya modern
membawa sebuah pola pikir yang penting yang mengandung
berbagai nilai positif yakni paradigma martabat manusia universal
yang menjunjung tinggi kesamaan semua orang sebagai manusia,
penghormatan terhadap HAM, kebebasan beragama dan lain-lain.4
Salah satu hal yang dikritik mengenai modernisasi ialah prediksi bahwa agama tidak akan relevan lagi namun faktanya pada abad

##plugins.themes.academic_pro.article.details##