TRANSFORMASI TONGKONAN: DARI TONGKONAN KELUARGA MENJADI TONGKONAN SANGULELE DAN RELEVANSINYA BAGI KONSTRUKSI TEOLOGI PUBLIK GEREJA TORAJA
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Identitas adalah faktor penting dalam kehidupan manusia
karena mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia
termasuk kehidupan sosial. Identitas dibentuk dari berbagai
faktor termasuk faktor kebudayaan karena itu tulisan ini
mengangkat kearifan lokal Toraja yang menjadi identitas
masyarakatnya sebagai sarana membangun konsep teologi
publik bagi Gereja Toraja. Kajian mengenai persekutuan
masyarakat Toraja diperoleh dengan penelitian kepustakaan
lalu disajikan secara deskriptif untuk memperoleh kesimpulan bahwa konsep persekutuan tongkonan akan relevan
menjadi model teologi publik Gereja Toraja jika tongkonan
menjadi persekutuan yang terbuka bagi semua orang
sebagaimana yang diusung oleh konsep teologi publik. Hal
ini dilakukan dengan upaya transformasi tongkonan dari
basis hubungan keluarga berdasarkan hubungan darah
menjadi tongkonan sangulele atau rumah bersama yang
menjunjung tinggi kesetaraan, harkat dan martabat manusia,
membangun dialog, saling belajar dan bertindak bersama
dengan tujuan emansipasi. Persekutuan yang merangkul
semua orang sebagai subjek yang setara.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.